tangan menggeletar,
walau tak selaju hati,
walau tak sederas air mata yang mengalir,
terima kasih Allah untuk nikmat ini
terima kasih Allah!
terima kasih!
semoga ianya adalah pemulaan yang baik.
tangan menggeletar,
walau tak selaju hati,
walau tak sederas air mata yang mengalir,
terima kasih Allah untuk nikmat ini
terima kasih Allah!
terima kasih!
semoga ianya adalah pemulaan yang baik.
Posted by Dr Norbayani on 29/12/2011 in Uncategorized
| hanif on positif | |
| Dr Norbayani on penghargaan | |
| lavenderlover on penghargaan | |
| Dr Norbayani on penghargaan | |
| nur on penghargaan |
Jauh ku tinggalkan kisah semalam
Jauh ku tinggalkan duka kelmarin
Kusut jiwa menyesakkan dada
Kecamuk hati ini tak pernah ku luah
Ketika Kau kurniakan
NikmatMu kepadaku
Terasa diri dlimpahi RahmatMu
Ku mohon Engkau pimpinlah
kelemahan hati ini
Agar aku selalu di jalan RedhaMu
Tak putus memujiMu
Moga tak Kau biarkan dan lontarkan diriku
Bersama mereka yang di dalam kemurkaanMu
Tuhan kepadaMu aku meminta
Jangan Kau biarkan aku terleka
Dan tenggelam dalam nikmat dunia
Terlupa yang ku miliki semua milikMu
Hanyalah keikhlasan serta pengabdianku
Menjadi lafaz syukurku kepadaMu
Dan ku kembali padaMu Tuhan
Yang Menciptakan

In one of the nights,
I dont know what happened to me,
Darkness Covered me O my Rabb,
The earth has been narrowed, and (also) the sky,
and my heart haven't know the light,
And tears stayed, crying O my Ilaah
Ya Ilahi
I committed a big sin,
And I am inside my sadness a captive,
Chained by the sin O my Rabb,
Does the sinner deserve forgiveness,
O my Ilaah
I admit my sins,
O my Ilaah
You are the one who created,
mercied and blessed me,
All the time you were with me,
O my Rabb.
However, I went far away from you and forgot your rights,
And waked on my way, O my Ilaah.
And today O my Rabb,
I come back from a darkness beyond the boundaries,
The heart is broken and my sight is confused.
Ang I am sinking and see no one but you to rescue me,
No help except you,
O my Ilaah, O my Ilaah


Tuanku Oh Tuanku (Untuk Tuhan)
Tuanku sesungguhnya aku adalah musafir
Demi agama aku pasti adalah musafir
Maka Al-Quds memanggil untuk berangkat
Melembutkan hatiku dengan kesucian
Dan panggilan Al-Aqsa membuatkanku menangis
Membangkitkan kewujudanku
Dan diri ummatku wahai Tuhanku
Mati tanpa pembunuhnya
Penjenayah (Zionis) mengatakan kerana aku
Menolak penghinaan yang besar
Menolak hidup berdiam diri
Biarpun kuterpaksa menempuhinya
Maka biarlah mereka mengatakan apa yang mereka kata
Engkaulah yang aku harap keredhaan
Engkaulah yang mengetahui bahawa aku
Demi-Mu aku gadaikan nyawa
Wahai yang diriwayatkan, dengan darahmu
Bertumbuhlah kemuliaan dan kemenangan
Jika mereka mencurimu daripada sejarah kami
Tidak sekali-kali dapat mereka cabut daripada dada-dada kami.
Wahai Syahid


Blog at WordPress.com. Theme: Choco by .css{mayo}. Fonts on this blog.